Rabu, 19 Juli 2017

Ketika Saya Berdzikir, Tetapi Tidak Tenang! Apakah Yang Salah Dzikirnya?

BANYAK surat dalam al-Quran yang memerintahkan kita untuk berdzikir. Allah telah memanggil kita untuk senantiasa dzikir kepada-Nya. Sesungguhnya dengan mengingat Allah-lah hati kita akan menjadi tenang dan damai. Ini sesuai dengan firman Allah,
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Raad : 28)
Namun, bagaimana jadinya jika kita telah berdzikit tapi tetap tidak tenang? Mari kita renungkan. Seringkali kita berdzikir hanya sekadar melafadzkan doa-doa tertentu tanpa tahu makna dan tanpa mengaplikasikannya.

Mengingat Allah bukanlah hanya sekadar membaca doa-doa tertentu kemudian tetap melakukan kemaksiatan demi kemaksiatan. Tapi, mengingat Allah di sini adalah ketika kita yakin dan sadar bahwa Allah begitu dekat dengan kita. Allah mengetahui segala apa yang kita lakukan di dunia ini.

Rahasianya yuk tonton penjelasan dari guru saya :
Semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat. Amin

Kamis, 08 Juni 2017

Tutorial Menghafal Al-Quran Beserta Maknanya Tanpa Menggunakan OTAK - Ustad Boby Herwibowo

Puluhan peserta tampak antusias dan ceria saat mengingat beberapa penggalan ayat Alquran. Mereka menghafal secara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari lima sampai tujuh orang.

Ada yang berbeda dari metode hafalan yang mereka lakukan kali ini. Peserta tidak mengulang bacaannya dengan duduk diam. Namun secara bersama-sama mereka melakukan gerakan yang telah disepakati, sambil membaca ayat yang sesuai dengan gerakan tersebut.
 


Semoga berkah amin

6 Fakta Mengenai Tentang Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz

biografi raja salman, raja arab saudi pertama, istri raja salman, kekayaan raja salman, anak raja salman, salman dari arab saudi pasangan, salman dari arab saudi sultana bint turki alsudiari, muhammad bin salman alu saud
Raja Kerajaan Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan berkunjung ke Indonesia awal Maret nanti. Indonesia menyambut kunjungan Raja Salman setelah 47 tahun silam Raja Saudi Faisal bin Abdulaziz mendarat di Kemayoran, Jakarta.

Sosok Raja Salman merupakan pemimpin yang menarik, khususnya tentang pribadinya yang religius. Dia pernah meninggalkan Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama yang menemuinya di istana, karena sang raja ingin salat setelah mendengar suara azan.

SINDOnews merangkum sederet fakta tentang sosok Raja Salman yang akan jadi tamu istimewa di Indonesia beberapa hari lagi. Berikut rangkumannya;

1. Hafal Alquran di Usia 10 Tahun


Raja Salman lahir pada 31 Desember 1935 di Riyadh. Dia putra Raja Abdulaziz bin Abdulrahman al Saud. Ibunya adalah Hassa binti Ahmad al-Sudairi. Dia disebut menikah tiga kali, namun tidak dipublikasikan. Dia memiliki beberapa anak, antara lain Pangeran Sultan, Pangeran Mohammed, Pangeran Abdulaziz, Pangeran Faisal, Pangeran Khaled, dan Pangeran Turki.

Raja Salman pernah mengenyam pendidikan di Prancis. Dia hidup di lingkungan keluarga yang dispilin keras. Dia sudah hafal Alquran di usia 10 tahun. Sebagai Raja Saudi, julukan sebagai Penjaga Dua Masjid Suci melekat padanya. Salah satunya, putranya, Pangeran Sultan merupakan ahli antariksa.

2. Dari Gubernur hingga Jadi Raja Saudi


Salman pernah menjadi Gubernur Riyadh era 1955-1960 dan era 1963-2011. Kemudian, pada November 2011, dia diangkat menjadi Menteri Pertahanan Saudi setelah kematian saudaranya, Putra Mahkota Sultan. Pada 11 April 2012, Salman yang saat itu menjadi Menteri Pertahanan Saudi berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Dia bertemu Presiden Barack Obama.

Pada 18 Juni 2012, Pangeran Salman ditetapkan sebagai Putra Mahkota Saudi, calon pengganti Raja Abdullah yang merupakan saudara tiri. Pada 28 Agustus 2012, untuk pertama kalinya, Putra Mahkota Salman bertugas sebagai “raja sementara” Saudi setelah Raja Abdullah “cuti khusus”.

Pada 22 Januari 2015, Putra Mahkota Salman secara resmi menjadi raja baru Arab Saudi setelah meninggalnya Raja Abdullah.
 

3. Tinggalkan Obama demi Shalat


Pada 27 Januari 2015, atau beberapa hari setelah Salman dinobatkan sebagai raja baru Saudi, Presiden AS Barack Obama secara resmi menemuinya. Obama dan sang istri, Michelle Obama menemui Raja Salman di istana kerajaan. Michelle saat itu jadi sorotan, karena tidak mengenakan kerudung atau jilbab. Padahal, saat berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta, Michelle mengenakan kerudung.

Kunjungan Obama dan Michelle saat itu juga jadi pemberitaan utama media-media internasional. Sebab, Obama dan Ibu Negara AS itu tiba-tiba ditinggalkan Raja Salman setelah suara azan terdengar. Raja Salman “permisi” untuk menjalankan salat.

4. Beri Bonus ke Seluruh PNS Saudi


Tak lama setelah dinobatkan sebagai Raja Saudi pada 22 Januari 2015, Raja Salman membuat gebrakan. Selain merombak kabinet, Raja Salman memberi bonus senilai dua bulan gaji kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan semua personel militer.

Tidak hanya PNS dan aparat militer, bonus juga diberikan Raja Salman kepada para pensiunan dan para siswa di Saudi.

”Orang-orang terhormat; Anda pantas menerima lebih dan apapun yang saya lakukan tidak akan bisa memberikan apa yang layak bagi Anda,” tulis Raja Salman di akun Twitter-nya, kala itu.

Raja religius ini juga selalu minta doa dari rakyatnya. “Jangan lupakan saya dalam berdoa,” bunyi tweet Raja Salman, tak lama setelah mengumumkan pemberian bonus besar-besaran bagi pegawai Saudi.

5. Memecat Putra Raja Abdullah


Ketika merombak kabinet, Raja Salman membuat kejutan dengan memecat putra Raja Abdullah bin Abdulaziz, Pangeran Khalid yang saat itu menjabat sebagai Kepala Intelijen.

”Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud mengeluarkan perintah kerajaan hari ini, memecat Pangeran Khalid bin Bandar bin Abdul Aziz al-Saud, dari jabatannya sebagai Kepala Intelijen Umum,” bunyi pengumuman Kerajaan Saudi yang dirilis Saudi Press Agency (SPA), pada Jumat, 30 Januari 2015.

Pemecatan putra Raja Abdullah itu hanya seminggu setelah Raja Abdullah meninggal di usia 90 tahun. Tak jelas alasan pemecatan putra Raja Abdullah itu.
Tak hanya Pangeran Khalid, Raja Salman juga memecat Pangeran Mishaal, gubernur wilayah Mekkah.

6. Perintahkan Eksekusi Pangeran Saudi karena Bersalah


Pada Oktober 2016, Raja Salman kembali menuai pujian publik Saudi karena memerintahkan eksekusi terhadap seorang pangeran Saudi yang menembak mati seorang pemuda dalam sebuah perkelahian pada 2004.

Publik Saudi melalui media sosial menilai Raja Salman sebagai raja yang adil dalam penegakan hukum. Pangeran yang dieksekusi adalah Pangeran Turki bin Saud al-Kabir. Eksekusi dijalankakan setelah keluarga korban menolak “uang darah”. Pangeran Turki dieksekusi di alun-alun Riyadh sebagai penegakan hukum.

Sumber : https://international.sindonews.com

Kamis, 19 Januari 2017

Kisah Pentingnya Mempunyai Sifat Berbaik Sangka

Ilustrasi Sumber Google
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya.

Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si pencuri kue yang kurang ajar itu menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itu sempat berpikir, “Jika aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!” Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa diwajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, “Ya ampun orang ini berani sekali. Ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih.”

Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang tanpa menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih”.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong kuenya, di depan matanya. “Koq milikku ada di sini,” erangnya dengan patah hati.

Jadi kue yang ia makan di bandara bukanlah miliknya, tetapi milik lelaki yang bersedia berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.

Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu…


Dishare Oleh: Al-Ustadz Abu Haidar

Sumber: Facebook @Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah (Tegar Di Atas Sunnah)

Minggu, 05 Juni 2016

Pentingnya Menuntut Ilmu Agama Islam Untuk Bekal Akherat

Sebelum membahas lebih jauh tentang ilmu saya akan beda menurut bahasa, arti kata ilmu dalam Bahasa Latin biasa di sebut Science yang berarti tahu atau mengetahui.

Arti Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentan suatu bidang yang di susum secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat di gunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu misalnya dia memperoleh gelara doktor dalam pendidikan. arti yang kedua adalah pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akherat, lahir, batin dsb).

Dalam Bahasa Arab disebut al-'ilmu yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan pengetahuan yang pasti.

Apa Pentingnya Ilmu Untuk Umat Islam?


Ilmu itu sangat penting dalama ajaran islam, Al-Qur'an telah banyak menjelaskan bahwa orang yang mempunyai ilmu derajatnya akan lebih tinggi dan mulia dari pada orang yang tidak berilmu (bodoh). Sedemikian pentingnya ilmu pengetahuan tersebut, hingga Allah STW. berfriman dalam Al-qur’an yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kalian kerjakan.” (Qs. Al-Mujadilah: 11).

2 Jenis Ilmu

Syech Zarnuji dalam kitab Ta’limu al-Muta‘alim ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntut segala ilmu ,tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu al- hal) sebagaimana diungkapkan, sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuatan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan.

Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda Allah, maka wajib bagi manusia (Muslim ,Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut, seperti kewajiban shalat, puasa, zakat, dan haji, mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji ,akan tetapi sangat disayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu selain Ilmu Hal tersebut lebih jauh di dalam kitabnya.

Menurut Alghazali di tuangkan di dalam kitab Ihya Ulumudin itu ada 2 jenis :
1. Ilmu Fardu a'in
2. Ilmu Fardu Kifayah

Ilmu Fardu A'in adalah ilmu yang jika diketahui oleh seorang hamba, menyebabkannya tidak menunaikan kewajibannya, sehingga ia terjatuh dalam dosa. Bagi umat muslim yang tidak mempelajari ilmu Fardu 'Ain akan terjerumus tidak bisa melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya yang wajib di laksanakan sehingga berdosa dan melakukan larangan Allah dan Rasul malahan yang wajib di tinggalkan.

Jadi ilmu Fardu 'Ain ini ilmu yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya ilmu tentang iman dan tauhid, cara ibadah (shalat,zakat,amal dll).

Ilmu Fardhu Kifayah yaitu ilmu yang jika sudah ada sebagian kaum muslimin yang memperlajarinya dengan mencukupi, maka gugurlah kewajiban tersebut atas keseluruhan kaum muslim yang lain. Tapi di sunnahkan bagi kaum sebagian kaum muslim untuk mempelajarinya. Contohnya Menghafal Al-Qur'an, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof dll.

Cabang-Cabang Ilmu dalam Islam

Islam adalah penyelamat oleh karena itu untuk umat islam yang ingin belajar ilmu sebaiknya mengetahui pelajaran atau ilmu apa yang wajib pelajari pertama kali. Berikut Macam-Macam Pembagian Cabang ilmu dalam Islam.

1. Ilmu Tauhid
Ilmu yang mempelajari Arti Iman dan Taqwa kepada Allah, meliputi keesaan Allah, Nama-Nama Allah, Sifat-sifat Allah (Sifat Wajib dan Mustahil Allah).
2. Ilmu Aqidah
Ilmu yang mempelajari tentang rukun iman Iman kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab, Iman Kepada Rasul, Iman kepada Hari Kiamat dan Iman Kepada Qodo dan Qodar. Lebih lengkapnya lagi keyakinan serta kepercayaan seorang muslikm serta bagaimana menyikapinya dalam perbuatan.
3. Ilmu Fiqih
Ilmu yang mempelajari tata cara dalam beribadah merujuk dalam rukun silam yaitu Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.
4. Ilmu Akhlaq
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, Sopan santun anak kepada orang tua. Adab Makan dan Minum, Adab Buang air dll. Ilmu yang berhubungan dengan tatacara antara manusia dengan manusia dan hubungan antara manusia dengan Allah.
5. Ilmu Tajwid
Ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, dalam pengucapan Makhroj (Huruf Hijaiyah) dan hukum bacaannya seperti izhhar, idghom, ikhfa dll.
6. Ilmu Faraidh
Ilmu yang membahas hukum waris, baik ketentuan maupun pembagian seperti pembagian warisan keluarga.
7. Ilmu Mushtalahul Hadist
Ilmu yang membahas tentang keabsahan sebuah hadist. apakah Hadist tersebut hadist palsu atau hadist syahih
8. Ilmu Alat
Ilmu yang mempelajari cara membaca tulisan arab gundul (tanpa harokat)
9. Ilmu Al-Qur'an
Ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur'an contohnya ilmu asbabun nuzul. ilmu tafsir, ilmu Qira'at dll.

Manusia yang memiliki ilmu derajatnya akan di tinggikan dan di muliakan oleh Allah SWT. Contohnya Nabi Adam AS lebih dimuliakan dibandingkan malaikat, jin dan syetan. Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam sehingga Beliau bisa menjawab benda-benda yang di perintahkan oleh Allah SWT untuk menyebutnya. Sementara malaikat tidak bisa menjawab nama benda-benda tersebut. Dengan Ilmu yang di pelajari dan di amalkan oleh nabi Adam, Allah menyuruh malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu, sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al-Mujaadilah ayat 11:

(11). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, nisacaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Barangsiapa yang keluar meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu maka ia akan berada di jalan Allah asalkan niatnya untuk mencari keridhaan Allah. Jadi jelaslah bahwa setiap muslim wajib untuk menuntut ilmu karena ilmu sangat penting untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua, bila ada kesalahan dalam penulisan tolong maafkan saya karena saya masih jauh dari kesempurnaan.

Selasa, 31 Mei 2016

DOA Nabi Ibrahim as & Nabi Zakariah as Agar di Berikan Anak Soleh

ingin punya anak minum obat penyubur,ingin cepat hamil,ingin punya anak laki-laki,ingin hamil,cara ingin punya anak,ingin punya anak perempuan,ingin punya anak bersedekahlah,ingin punya anak kembar
Ilustrasi
Jodoh, Rezeki dan Mati adalah ketetapan dari Allah SWT, manusia hanya berusaha (ikhtiar) dan Allah yang mengabulkan atas semua permintaan manusia. Anak adalah hadiah terindah saat pasangan suami istri sudah melangsungkan pernikahan. Ada yang dimudahkan dan Ada juga sekian lama tidak di berikan juga momongan, kuncinya adalah bersabar dan selalu berpikir positif mungkin Anda dan pasangan belum di percaya oleh Allah untuk mengasuh anak.

Segala Usaha mungkin telah Anda lakukan, pergi ke dokter, pergi ketempat pak Kyai dan berbagai pengobatan alternatif. Tapi bila Allah belum berkehendak kepada Anda untuk memiliki momongan mau di kata apa, itu tandanya Allah sayang dengan ANDA. Ingat, Allah tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya. Ituh.

Baca Juga : Kisah Nyata - Jawaban Pak Kyai Setelah Dirinya Kecopetan di Terminal

Apakah Anda sedang melakukan terapi atau sedang mengkonsumsi obat herbal tertentu untuk menunjang kehamilan. Tapi jangan lupa juga DOA, ber DOA lah dengan khusuk lakukan sedekah dan amal soleh lainnya.

Anda ingat cerita Nabi Ibrahim yang sudah lama tidak di karuniani anak, bertahun-tahun beliau dan istrinya tinggal berdua tanpa ada anak di antaranya. Tanpa henti dan putus asa Nabi Ibrahim terus bermunajat memanjatkan DOA Doa Nabi Ibrahim a.s. Ketika Belum Punya Anak

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
RABBI HABLII MINASH SHOOLIHIIN

    Artinya :
    Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (QS: As-Shaffat: 100)
Di Usia tidak muda Lagi akhirnya Allah Memberikan berita gembira kepada beliau bahwa DOA yang selama ini terus di ucapkan selesai shalat di kabulkan dan dengan datangnya Nabi Ismail as lahir ke dunia.

Padahal di dalam sejarah Istri Nabi Ibrahim as adalah wanita yang mandul dan usianya sudah lanjut. Tapi tidak ada kata "tidak mungkin" bagi Allah, bila Allah telah berkehendak maka "Jadilah"

Berikut juga adalah DOA Nabi Zakariah as di Berikan Anak Soleh :
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    Artinya :
    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Furqan: 74).

dan
رَبِّ لاَتَذَرْنِىْ فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُالْوَارِثِيْنَ

    Artinya :
    Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku seorang diri (dengan tidak meninggalkan zuriat) dan Engkaulah jua sebaik-baik yang mewarisi (QS: Al-Anbiya : 89)
Itulah doa-doa memohon agar cepat hamil dalam bahasa arab seperti yang tercantum dalam Kitab Suci Al-Qur'an, yang sudah diamalkan oleh para Nabi kita dan alhamdullilah dengan doa tersebut akhirnya dikaruniai keturunan.

Selain memanjatkan doa-doa mohon cepat diberi keturunan/anak seperti yang sudah diuraikan diatas, Anda juga bisa mengamalkan beberapa amalasan berikut ini agar supaya cepat hamil, Seperti; senantiasa mengamalkan Puasa Sunah Senin Kamis atau Puasa Dawud dan memperbanyak sedekah terutama untuk anak-anak yatim piatu. Sebagai pancingan untuk meningkatkan hormone keibuan Anda bisa mendekatkan diri dengan belajar mengasuh bayi saudara atau tetangga sepenuh hati seolah-olah itu adalah anak Anda sendiri.

Kehamilan memang sangat didambakan bagi pasangan suami istri. Namun faktanya, masih banyak pasutri yang sudah puluhan tahun menikah belum juga dikaruniai mongmongan. Ingat...!!! Selain berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan, kita juga sangat di anjurkan untuk memanjatkan doa, memohon kepada Sang Maha Pencipta Alam Semesta.

Senin, 30 Mei 2016

Kisah Nyata - Jawaban Pak Kyai Setelah Dirinya Kecopetan di Terminal

Alm Kyai Arwani
 Kyai Arwani adalah Kyai yang terkenal dengan hafalan Qur'annya. Pesantrennya yang diasuhnya "Yanbu'ul Qur'an" di Kudus menjadi salah satu kiblat para hafidz-hafidzoh di Jawa Tengah.

Suatu hari ketika bepergian, di saat beliau turun dari bus di terminal Terboyo Semarang, Kyai Arwani kecopetan. Entah sudah tahu atau memang pura-pura tidak tahu, Kyai Arwani tidak perduli jika baru saja kecopetan. Santri yang mendampingi dan tahu kejadian kecopetan terkejut, seketika itu pula mereka pada mengejar pencopetnya.

"Copet ...! Copet ...!" teriaknya sambil mengejar. Suasana menjadi gaduh, serabutan, karena orang lain ikutan mengejar pencopet.

Tapi sayang, pencopetnya terlalu lincah berlari dan tampaknya cukup menguasai medan hingga gagal ditangkap. Para santri pada kecewa dan marah-marah pada pencopet yang sudah raib itu. Berani-beraninya si copet mengganggu sang Kyai, begitu kira-kira pikir mereka.

Baca Juga :  Misteri Manfaat Gerakan Shalat Untuk Kesehatan Yang Selama Ini Di Rahasiakan


Copetnya pun keterlaluan, tidak lihat-lihat siapa yang akan dijadikan korban. Dan tentu saja, pencopet tidak peduli hal itu. Mungkin yang diingat oleh pencopet adalah uang, uang dan uang.

Bagi copet, siapa saja yang pegang uang, uang tetap bernilai uang. Yang juga tak kalah mengherankan adalah Kyai Arwani, tidak perduli dengan apa yang barusan terjadi. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Tenang-tenang saja, sibuk dengan dzikirnya. Sampai-sampai santrinya harus memberi tahu bahwa Kyai baru saja kehilangan dompet disikat pencopet.

"Kyai, Njenengan baru saja kecopetan!" kata santrinya memberitahu.

"Oh, ya?" jawab Kyai santai.

"Benar, Kyai. Tapi kami gagal menangkapnya! Keterlaluan betul pencopet itu!"

"Alhamdulillah .... Sudahlah kalian tidak perlu ribut-ribut. Saya bersyukur, yang dicopet itu saya!"

"Apa maksudnya Kyai?"

"Syukur .... syukur ..... Alhamdulillah. Karena saya yang dicopet, bukan saya yang jadi pencopetnya!"

Tentu saja para santri pada bengong mendengar jawaban Kyai.

"Kok bisa begitu Kyai?"

"Sekarang apa jawab kalian jika aku tanya, lebih baik mana, menjadi orang yang dicopet atau menjadi tukang copetnya?" tanya beliau kemudian.

Jawaban Kyai sungguh tak terbantahkan, masuk akal. Nuansa zuhud dan kesufian mengiringi ucapan-ucapan Kyai. Para santri yang menyertai beliau pada geleng-geleng kepala tanda paham dan takjub.

Dan para santripun mendapat pelajaran berharga yang belum pernah mereka jumpai dalam teori. Rupanya, dalam musibahpun bisa timbul rasa syukur, seperti yang sudah dicontohkan Kyai Arwani.

--0o0o0--

Cerita yang mampu membuat kita tersenyum dan juga mendapat banyak hikmah di dalamnya. Subhanallaah ... Betapa bersyukur itu tidak hanya ketika kita mendapatkan sesuatu. Namun, seperti yang telah dicontohkan Kyai Arwani di atas bahwa bersyukur pun dapat dilakukan ketika kita kehilangan sesuatu.

Sumber : Google.co.id