Jumat, 25 September 2015

Iman Kepada Malaikat-Malaikat Allah Beserta Tugas-Tugas Para Malaikat

Ilustrasi


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sahabat Blog Rahasia & Mukjizat Al-Qur'an yang di rahmati Allah. Kali ini saya akan posting tentang rukun iman yang ke-2 yaitu iman kepada Malaikat. Sebagaimana telah di ketahui Malaikat-malaikat disini adalah makhluk yang Ghoib (tidak terlihat oleh kasap mata) hanya orang-orang yang dapat izin Allah SWT dapat melihatNYA.
  •  Pengertian Malaikat :
Malaikat dalam (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) adalah makhluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah.
  • Wujud dan Penciptaan Malaikat :
Malaikat di ciptakan oleh Allah SWT dari cahaya atau Nur,
"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."Fatir 35:1

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.

Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad S.A.W yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali.

Baca Juga : Umat Islam Harus Iman Kepada Allah, Apa Maksud & Tujuannya?


Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.
  • Jumlah Malaikat-Malaikat Allah SWT :
Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Dalam kitab Aqidatul Awam, jumlah malaikat yang wajib di ketahui dan di hafalkan jumlahnya ada 10 :
  1. Malaikat Jibril Tugasnya adalah menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul
  2. Malaikat Mikail Tugasnya Memberi Rezeki kepada seluruh mahluk semesta alam mengatur peredaran matahari dan bulan
  3. Malaikat Isrofil Tugasnya Meniup Terompet sangkakala saat kiamat dan hari kebangkitan
  4. Malaikat Izrail Bertugas mencabut nyawa
  5. Malaikat Munkar Bertugas memeriksa segala bentuk amal (BAIK& BURUK) di alam kubur
  6. Malaikat Nakir Bertugas Sama seperti Malaikat Munkar
  7. Malaikat Rokib Tugasnya mencatat amal baik
  8. Malaikat Atid Tugasnya mencatat amal buruk
  9. Malaikat Malik Tugasnya Menjaga pintu neraka
  10. Malaikat Ridwan Tugasnya Menjaga Pintu Surga
Berikut 9 sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.
  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.
  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.
  5. Mempunyai sifat malu.
  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.
  7. Tidak makan dan minum.
  8. Mampu mengubah wujudnya.
  9. Memiliki kekuatan dan kecepatan cahaya.

Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. 

Tempat yang tidak disukai malaikat

Ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhoh, Imam Al-Khothobi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu di antara lain adalah:
  1. Tempat yang di dalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu)
  2. Tempat yang terdapat patung (gambar)
  3. Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslim yang mengacungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim
  4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatat oleh para Imam, di antaranya adalah Ahmad, Bukhari, Tirmidzy, Muslim, dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.

Sekian tentang Iman kepada malaikat Allah, Penulis masih jauh dari kesempurnaan bila ada materi yang kurang bolehlah kita diskusikan bersama-sama.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Rabu, 23 September 2015

Umat Islam Harus Iman Kepada Allah, Apa Maksud & Tujuannya?

IMAN KEPADA ALLAH

Iman kepada Allah mencakup empat hal :
1. Beriman kepada keberadaan Allah .
Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah, akal,syara‟, dan indera.

  • Bukti fitrah tentang wujud Allah adalah bahwa iman kepada sang Pencipta merupakan fitrah setiap makhluk, tanpa terlebih dahulu berpikir atau belajar. Dan kenyataan ini diakui oleh setiap orang yang memiliki fitrah yang benar yang di dalam hatinya tidak terdapat sesuatu yang memalingkannya dari fitrah ini. Rasulullah bersabda : “Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ibu bapaknyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (H R. Al-Bukhari).
  • Bukti akal tentang wujud Allah adalah proses penciptaan semua makhluk, bahwa semua makhluk pasti ada yang menciptakan. Karena tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula terjadi secara kebetulan. Tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, karena makhluk sebelum diciptakan tentulah ia tidak ada, dan sesuatu yang tidak ada, mustahil mampu menciptakan sesuatu. Semua makhluk tidak mungkin tercipta secara kebetulan, karena setiap yang diciptakan pasti membutuhkan pencipta. Adanya makhluk dengan aturan- aturan yang harmonis, tersusun rapi, dan adanya hubungan yang erat antara sebab dan musabab, antara alam semesta satu sama lainnya. Semua itu sama sekali menolak keberadaan seluruh makhluk secara kebetulan, karena sesuatu yang ada secara kebetulan, pada awalnya pasti tidak teratur, maka bagaimana mungkin kemudian dia menjadi teratur dan tetap bertahan teratur tanpa ada faktor lain. Kalau makhluk tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, dan tidak tercipta secara kebetulan, maka jelaslah, makhluk-makhluk itu ada yang menciptakan, yaitu Allah Rabb semesta alam.
  • Allah menyebutkan dalil Naqli yang qath‟I dalam surat Ath- thur : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun, ataukah mereka yangmenciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS. Ath-thur: 35). 
Dari ayat di atas jelaslah bahwa makhluk tidak diciptakan tanpa pencipta, dan makhluk tidak menciptakan dirinya sendiri. Jadi jelaslah, yang menciptakan makhluk adalah Allah . Ketika Jubair bin Muth‟im mendengar Rasulullah yang tengah membaca surat Ath-thur dan sampai kepada ayat-ayat ini : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun, ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan  Rabbmu atau merekalah yang berkuasa?”(QS. At-Thur: 35-37).

Ia, yang tatkala itu masih musyrik berkata, “
 jiwaku hampir saja melayang. Itulah permulaan menetapnya keimanan dalam hatiku
.” (HR.Bukhari). 
Dalam hal ini Kami ingin memberikan satu contoh. Kalau ada seseorang bercerita kepada anda tentang istana yang megah, yang dikelilingi kebun kebun, dialiri sungai-sungai, dialasi oleh hamparan permadani, dan dihiasi dengan berbagai jenis hiasan utama dan pelengkap, lalu orang itu mengatakan kepada anda bahwa istana dengan segala kesempurnaanya ini ada dengan sendirinya, atau tercipta secara kebetulan tanpa  pencipta, pasti anda tidak akan mempercayainya, dan menganggap perkataan itu adalah perkataan dusta dan dungu. Jika demikian halnya,

Baca Juga : Pengertian & Dasar Hukum Rukun Iman dalam Agama Islam


apakah mungkin alam semesta yang luas ini beserta isinya; bumi, langit dan galaxy galaxy dengan sistem yang sangat rapi dan elok tercipta dengan sendirinya atau tercipta secara kebetulan?

  • Dalil syara‟ tentang wujud Allah
Bahwa seluruh kitab  samawi (yang diturunkan dari langit) berbicara tentang hal ini. Seluruh hukum syara` yang mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab tersebut merupakan dalil bahwa kitabkitab itu datang dari  Rabb yang maha Bijaksana dan Mengetahui segala kemaslahatan makhluk-Nya. Berita-berita alam semesta yang dapat disaksikan oleh realitas akan kebenarannya yang dijelaskan di dalam kitab-kitab itu juga merupakan dalil atau bukti bahwa kitab-kitab itu datang dari  Rabb Yang Maha Kuasa untuk mewujudkan apa yang diberitakan-Nya. e. Dalil logika tentang wujud Allah dapat dibagi menjadi dua :

kita mendengar dan menyaksikan terkabulnya do‟a orang-orang yang berdo‟a serta pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang wujud Allah.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah kisah) Nuh sebelum itu ketika diaberdo‟a, dan Kami memperkenankan do‟anya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar.” ( QS. Al-Anbiya: 76).

“Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankannya bagimu…” (QS. Al-Anfal: 9). 

Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata, 
“Pernah ada seorang badui datang pada hari jum‟at. Pada waktu itu Nabi sedang berkhutbah. Lelaki itu berkata “Hai Rasul Allah, harta benda kami telah binasa, seluruh warga ditimpa kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah untuk mengatasi kesulitan kami. “Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya dan berdo‟a. tiba-tiba awan datang bergulung-gulung bagaikan gunung-gunung. Sebelum Rasulullah turun dari mimbar, hujan terlebih dahulu turun dan membasahi jenggot beliau.Pada hari jum‟at yang kedua, orang badui atau orang lain berdiri dan berkata , „Hai Rasulullah, bangunan kami hancur dan harta bendapun tenggelam, berdoalah kepada Allah (agar kami selamat).‟ Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdo‟Allah, “Ya Rabbi, turunkanlah hujan di sekeliling negeri kami, dan jangan Engkau turunkan di negeri kami.” Akhirnya setiap tempat yang be liau tunjuk dengan tangannya menjadi terang (tanpa hujan).”
(HR. Bukhari). 
Hingga di masa kita sekarang ini, kita menyaksikan dan mendengar terkabulnya do`a orang-orang yang  benar-benar berserah diri kepada Allah subhanahu wa ta`ala. 2)Tanda-tanda kebenaran para Nabi yang disebut mukjizat, yang dapat disaksikan atau didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang wujud yang mengutus para Nabi tesebut, yaitu Allah , karena hal-hal itu terjadi di luar kemampuan manusia. Allah melakukannya sebagai bukti penguat kebenaran, dan menolong para Rasul.

Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa `alaihissalam untuk memukul tongkatnya ke laut, Musa memukulnya, lalu laut terbelah menjadi dua belas jalur yang kering, sementara air di antara jalurjalur itu menjadi seperti gunung-gunung yang bergulung.

Allah berfirman:
“Lalu Kami mewahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.”(QS. Asy-Syuara‟: 63).

2. Beriman kepada Rububiyah Allah

Beriman kepada  Rububiyah Allah maksudnya: beriman sepenuhnya bahwa Dialah satu satunya Pengatur alam semesta, tiada sekutu dan tiada  penolong selain Dia. Rabb adalah Zat yang menciptakan, memiliki serta memerintah. Jadi, tidak ada pencipta selain Allah, tidak ada pemilik selain Allah, dan tidak ada perintah selain perintah-Nya.

Allah berfirman:
“…Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanya hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam.” (QS.Al-A‟raf: 54).

Allah  berfirman:
“…Yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabbmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain  Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” (QS. Fathir: 13). 
tidak ada makhluk yang mengingkari kerububiyahan Allah , kecuali orang yang congkak sedang ia tidak meyakini kebenaran ucapannya, seperti yang dilakukan Fir`aun ketika berkata kepada kaumnya: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”(QS. An-Naziat: 24) 

Dan juga ketika berkata:
“Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.”(QS.Al-Qashash: 38) 

Allah berfirman:
“Dan mereka mengingkarinya karena kezdaliman dan kesombongan mereka padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.” (QS. An-Naml: 14). 

Allah berfirman :
Nabi Musa berkata kepada Fir`aun, “Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Rabb  yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir`aun, seorang yang akan binasa.” (QS. Al-Isra‟:102)
Oleh karena itu, sebenarnya orang-orang musyrik mengakui rububiyah Allah, meskipun mereka menyekutukan-Nya dalam uluhiyah (penghambaan).

Allah berfirman:

“Katakanlah,”Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui? “Mereka akan menjawab,“kepunyan  Allah”. Katakanlah,“siapakah yang empunya langit yang tujuh dan yang empunya Arsy yang besar?” mereka menjawab, “kepunyaan Allah.”

3. Meyakini dengan keyakinan yang kuat yang tidak disisipi oleh sedikitpun keraguan akan Uluhiyyah Allah

Yaitu menyerahkan semua bentuk ibadah, baik ibadah hati, lisan, anggota badan maupun ibadah-ibadah lainnya hanya untuk Allah semata, tidak untuk yang selain-Nya meskipun hanya secuil. Banyak bukti di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan hal tersebut, diantaranya firman Allah :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS 162-163).

Keyakinan akan Uluhiyyah Allah Inilah yang menjadi jurang pemisah antara mukmin dengan kafir, sekaligus menjadi titik puncak perseteruan sengit antara Nabi Muhammad dengan kaum kafir jahiliyyah. Mereka enggan untuk menyerahkan ibadah hanya untuk Allah. Sehingga ketika mereka di ajak untuk menyerahkan semua ibadah kepada Allah, mereka menjawab:

أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَهًا وَاحِدًا إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

“Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan” (QS. Shaad: 5).

4. Meyakini dengan sungguh-sungguh akan nama-nama dan sifat-sifat Allah
Yaitu dengan menetapkan nama dan sifat Allah yang telah Allah dan Rasul-Nya tetapkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang layak dan sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah, tanpa menyamakannya dengan nama dan sifat makhluk yang penuh dengan keterbatasan dan kekurangan. Firman Allah :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat” (QS Asy Syura: 11).


Tujuan Manusia Beriman Kepada Allah SWT :

Tujuan Beriman Kepada Allah swt| Ada banyak fungsi dan manfaat beriman kepada Allah SWT baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun diakhirat nanti. Manfaat tersebut tak ternilai harganya, manfaat pertama adalah hati kita terasa nyaman dari masalah kita alami. Manfaat tersebut merupakan manfaat yang tidak dimiliki oleh orang beriman kepada Allah SWT. biarpun kita kaya tetapi hati dan pikiran kita tidak nyaman dan selalu merasa gelisah, Oleh karna itu mari kita dekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan beriman dengan shalat lima waktu, mengaji, berbuat baik, menjauhkan diri dari perbuatan kotor, dan bertaubat karna dengan menjalankan itu semua diri kita akan mendapatkannya baik itu yang timbul maupun yang tidak timbul. Fungsi dan Manfaat Beriman Kepada Allah SWT yang dapat dilihat seperti yang ada dibawah ini..
Fungsi dan Manfaat Beriman Kepada Allah SWT

Fungsi dan manfaat beriman kepada Allah SWT, antara lain sebagai berikut..
1. Dapat menambah keyakinan kita kepada Allah SWT. yaitu menyakini keagungan dan kebesaran Allah SWT. yang telah menciptakan dunia seisinya serta mensyukuri nikmat-Nya.
2. Dapat menjadi acuan dalam kehidupan kita sehari-hari supaya taat menjalankan perintah Allah SWT. dan menjauhi semua larangan-Nya sehingga hati dan jiwa kita selalu ingat kepada Allah SWT.

Sebagai firman Allah SWT. berikut..
Fungsi dan Manfaat Beriman Kepada Allah swt.

(Yaitu) orang-orang beriman dan hati mereka aman tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah maka hati akan tenteram (Q.S. Ar-Ra'd :28).

3. Dapat menyelamatkan orang yang beriman, baik di dunia maupun di akhirat karena yang akan ditolong Allah.

Sebagai firman Allah SWT. berikut..
Fungsi dan Manfaat Beriman Kepada Allah swt.

Artinya :
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).(Q.S. Al-Mukmin :51).

Fungsi dan Manfaat Beriman Kepada Allah swt.

Sekian pembahasan tentang Umat Islam Harus Iman Kepada Allah swt. dan lihat juga berbagi macam artikel-artikel menarik di Artikelsiana.com. Semoga artikel tentang Fungsi dan Manfaat Beriman Kepada Allah swt dapat bermanfaat bagi kita semua, terkhusus pada pembaca budiman. Amin

Selasa, 22 September 2015

Pengertian & Dasar Hukum Rukun Iman dalam Agama Islam

Pengertian Rukun Iman

Segala sesuatu pasti memiliki rukun/pokok.Kata rukun di dalamrukun iman adalah landasan atau dasar. Artinye 6 hal dasar yang di sebutkan didalam rukun iman adalah landasan utama dalam memeluk agama islam.

Mengapa bisa demikian? Karena semua rukun iman ini saling berkaitan satu sama lainnya. Jika kita mempercayai Allah maka kita wajib juga mempercayai yang lainnya sesuai dengan isi rukun iman.
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-NYA dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, amaka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasulnya (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. Al-Qur'an Surat Annisa ayat 59

Iman menurut bahasa adalah percaya atau membenarkan (Tashdiq), Sedangkan istilah syar'i iman adalah keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurangnya bertindak maksiat"
Para ulama menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan iman juga bisa berkurang.

Baca Juga : Kumpulan DO'A DO'A Saat Kita Mendapatkan Ujian Sakit Dari Allah


Dengan ini Iman dapat di simpulkan memiliki 5 karakter
  1. keyakinan hati
  2. perkataan lisan
  3. amal perbuatan
  4. bisa bertambah
  5. bisa berkurang
hal ini sesuai firman Allah :
"Agar bertambah keimanan mereka diatas keimanan mereke yang sudah ada" QS Al Fath 4

Salah satu imam besar pernah berkata:"Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah iman dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan" Imam Safi'i

Sedangkan Menurut imam Ahmad"Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Iman bertambah dengan melakukan amal baik dan berkurang dengan sebab meninggalkan amal baik"

Berikut Rukun Iman :
  1. Iman Kepada Allah
  2. Iman Kepada Malaikat
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah
  4. Iman Kepada Rasul
  5. Iman Kepada Hari Akhir
  6. Iman Kepada Qodo dan Qodar

Dasar hukum


Diantara dasar hukum yang disebut di dalam Al-Qur'an,

“Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
    —QS. Al-Baqarah: 136

 “...dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya.”
    — QS. Al-Anbiya`: 19-20

Hadits Jibril, tentang seseorang yang bertanya kepada nabi.

"“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para rasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” ...Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan rasulNya lebih mengetahui,” Dia bersabda, ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”"
    — HR Muslim, no. 8[6]

Sabtu, 12 September 2015

Kumpulan DO'A DO'A Saat Kita Mendapatkan Ujian Sakit Dari Allah

Selain Ikhtiar dan doa menjadi kemestian dalam menjalani kehidupan ini, karena tiada daya dan upaya kita sebagai makhluk kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Selain itu yang perlu kita ingat adalah Doa dan Ikhtiar adalah satu kesatuan yang terpadu.
Ketika sebagian kita berkata "Saya sudah berikhtiar, sekarang tinggal berdoa" secara tidak sadar kita telah, menomorkan duakan doa. Padahal, bila kita renungkan, yang harus kita jadikan pokok pangkal dari segala sesuatu adalah kemahakuasaan Allah. Semestinya doa dan ikhtiar menyatu, kemudian bertawakal, yaitu menyerahkan segalanya kepada Allah SWT.

"Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang aku, jawablah bahwasanya AKU dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-KU. Maka hendaklah mereka beriman kepada-KU agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.S Al-Baqarah 2 : 186)
Dari ayat diatas dapat di ambil kesimpulan mari kita berdoa dengan penuh khusyuk dan tawaduk, berikut adalah kumpulan-kumpulan do'a mendapatkan ujian sakit :

Do'a mohon Sabar dan Ketenangan :

As-alulloohal 'azhiima robbil 'arsyil 'ashiimi an-yasyfiyanii syifaa-an laa yughoodiru saqomaa. Artinya "Aku memohon kepada Allah yang maha agung, tuhan yang mempunyai 'Arasy yang besar agar menyembuhkan aku, sembuh yang tidak meninggalkan sakit lagi." (H.R. Abu Daud dan Tirmidzi)








Sumber : Buku Sakitku Ibadahku

Jumat, 11 September 2015

Inilah Laporan Jumlah Korban Meninggal Bencana Banjir di Makkah



Mekkah. Setidaknya 34 calon haji Indonesia menjadi korban musibah alat berat berupa crane jatuh di Masjidil Haram, ketika hujan lebat disertai angin kencang melanda kota Mekkah, Jumat Sore.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Dr Fidiansjah di Mekkah, Jumat malam, menjelaskan sampai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 03.00 WIB, dua anggota jemaah perempuan meninggal pada peristiwa itu dan 32 jamaah lainnya mengalami luka ringan dan berat.

"Dua orang yang meninggal adalah Ibu Masnauli Hasibuan dari kloter 09 Medan (KNO 09) dan Iti Rasti Darmin dari kloter JKS 23," ujarnya.

Fidiansjah mengatakan calon haji yang meninggal akan segera diurus oleh Maktab terkait pemakaman sesuai dengan standar di Arab Saudi.

Sedangkan mereka yang luka-luka sebanyak tujuh orang (dua laki-laki dan lima perempuan) masih dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

"Kondisi semuanya dalam keadaan stabil dan dalam pemulihan. Insyaallah secepatnya kita dikembalikan ke kloter masing-masing," katanya.

Selain itu, ada delapan korban lain dievakuasi ke sektor 4 yang merupakan lokasi terdekat dengan Masjidil Haram.

Sisanya 17 calon haji ditangani Rumah Sakit Arab Saudi yang tersebar pada tiga rumah sakit yaitu Al-Nur sebanyak lima orang (empat laki-laki dan satu perempuan), Zahir 11 orang, dan King Abdullah satu orang.

"Kita doakan yang meninggal khusnul khotimah, dan yang luka-luka bisa wukuf dan menjadi haji yang mabrur," ujar Fidiansjah.

Yanuar yang menjadi dokter jaga dan membantu evakuasi para korban menamahkan bahwa sebagian besar calon haji mengalami luka kepala dan kaki akibat terkena reruntuhan bangunan akibat crane yang jatuh.

Baca Juga : Makkah Dilanda Bencana Banjir, Jemaah Haji Asal Indonesia Ketakutan

"Sedangkan yang meninggal, terkena cidera berat pada kepala," kata Yanuar.

Jumat sekitar pukul 17.10 WAS hujan lebat disertai angin kencang dan petir melanda Makkah selama hampir satu jam membuat banyak pohon tumbang dan kaca pecah pada sejumlah bangunan seperti hotel dan pertokoan.

Selain itu, jalan-jalan tergenang air dan sejumlah terowongan ditutup karena khawatir ada kendaraan terjebak banjir di terowongan.

Akibatnya, setelah hujan reda, kemacetan terutama akses menuju Masjidil Haram menjadi tidak bisa terhindarkan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang menyambut Presiden Joko Widodo yang mendarat di Bandara International King Abdul Azis, Jeddah, langsung berkunjung ke Rumah Sakit Al-Nur dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

Setelah menjenguk sejumlah pasien di kedua tempat, Menag langsung menuju Madinah untuk melakukan koordinasi persiapan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, sekaligus meninjau jemaah calon haji Indonesia yang masih berada di kota itu. (Risbiani Fardaniah)

Makkah Dilanda Bencana Banjir, Jemaah Haji Asal Indonesia Ketakutan



Hujan dan angin kencang melanda Kota Makkah, Arab Saudi, Kamis (11/9) mulai pukul 17.10 waktu setempat. Air yang turun tidak hanya dalam bentuk cair, tapi juga padat alias es.

Pantauan Republika.co.id, es yang bercampur dengan air ini seukuran kacang pilus. Angin yang bertiup sangat kencang, hingga menjatuhkan dua tiang bendera Arab Saudi dan Indonesia. Kilatan petir menghiasi langit dan gemuruh terdengar Kota Makkah.

Hujan turun berintensitas sangat tinggi alias deras. Dengan cepat, air menggenangi jalan-jalan di Kota Makkah. Kemacetan di jalan-jalan pun tidak terhindarkan. Suara klakson bercampur dengan hujan, gemuruh, dan kilat.

Air mengalir dengan cepat dari daerah tinggi ke daerah rendah. Air juga turut membawa sampah-sampah ke daerah yang lebih rendah. "Di daerah bawah itu pasti sudah banjir. Ini karena kita di atas saja," ujar Saifullah, mukimin di Makkah sejak 2002.

Baca Juga : Kamus Bahasa Arab Al Munawir Indonesia_Arab Terlengkap

Angin kencang membuat Kepala Seksi Katering Panitia Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Ahmad Abdullah Yunus langsung memerintahkan pintu kaca segera ditutup. "Langsung ditutup nanti kacanya pecah," kata dia.

Angin kencang dapat menyebabkan pintu terdorong dengan kencang. Itu menyebabkan pintu-pintu dari kaca dapat pecah. Kondisi itu yang terjadi di pemondokan nomor 627 di wilayah Syisyah, sekitar 4 kilometer dari Masjidil Haram.

Hujan juga mengguyur Masjidil Haram. Petugas PPIH Cholid mengatakan, jamaah yang sedang menunggu di Terminal Syib Amir langsung dibawa ke dalam kontainer dan bus. "Ada sekitar 15 orang di dalam kontainer, termasuk tiga petugas," kata dia.

Terminal Syib Amir berjarak sekitar 200 meter dari Masjidil Haram. Ini merupakan satu dari tiga terminal di sekitar Masjidil Haram, tempat jamaah Indonesia menunggu bus shalawat kembali ke pemondokan.

Hujan kali ini merupakan hujan ketujuh di Makkah sejak akhir bulan lalu. Mukimin di Arab Saudi sejak 1990, Sarman sarga Yusuf (46 tahun) mengatakan, hujan deras memang kerap terjadi ketika peralihan dari musim panas ke musim dingin. Bedanya, hujan kali ini disertai petir dan gemuruh yang kencang.

"Biasanya petir enggak sebesar ini. Tahun 1997, hujannya seperti ini," ujar pria asal Cirebon ini.

Hingga pukul 18.05, hujan di Kota Makkah mulai reda. Sementara itu, hujan di Makkah tidak mempengaruhi penerbangan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

"Kloter JKG 31 barusan keluar dari ruang imigrasi," kata Kepala Seksi Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu Daker Bandara Jeddah-Madinah Yusuf Prasetyo.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/15/09/11/nuis46346-usai-dilanda-hujan-es-makkah-terkepung-macet-dan-banjir

Kamis, 10 September 2015

Kamus Bahasa Arab Al Munawir Indonesia_Arab Terlengkap

 إِنَّا جَعَلْنَــاهُ قُرْآَنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُـــــونَ 
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya (QS. Az Zukhruf:3)"

Bahasa Arab (اللغة العربية al-lughah al-‘Arabīyyah, atau secara ringkas عربي ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa Semitik dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo Arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam agama Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur'an. Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.

Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Klasik, satu-satunya anggota rumpun bahasa Arab Utara Kuna yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4 Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.

Harga Kamus Bahasa Arab Al Munawir Indonesia-Arab Terlengkap
Kamus bahasa arab dan artinya terbaru yang dianggap paling lengkap saat ini harga Rp 150.000 SMS ke 0813-1518-1954 
Kamus bahasa arab dan artinya terbaru yang dianggap paling lengkap saat ini. Meneruskan usaha terdahulu dengan Kamus Arab-Indonesia terlengkap yang ditulis oleh pengarang yang sama. Kali ini beliau dibantu Muhammad Fairuz dan ditashih KH. Zainal Abidin Munawwir. Seperti kamus sebelumnya masing-masing kata dimulai dari kata dasarnya kemudian diurai dengan beberapa contoh terjemahannya dalam bahasa Arab.

Baca Juga : Ini Adalah Jawaban Allah, Mengapa Ini Semua Tidak Sesuai Seperti Yang Kita Inginkan?

Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Quran, bahasa yang di gunakan oleh Rasulullah dan para sahabatnya untuk berdialog dan menyampaikan wahyu dari Allah taala. Kosakata dalam bahasa Arab sangat banyak, sehingga tidak mungkin akan bisa menguasainya dalam waktu yang cepat. Untuk itu kehadiran kamus akan sangat membantu bagi kita untuk mengetahui arti dari tiap kata bahasa arab dan sebaliknya.

Ini adalah kamus terbaru Indonesia-Arab yang dianggap paling lengkap saat ini. Meneruskan usaha terdahulu dengan Kamus Arab-Indonesia terlengkap yang ditulis oleh pengarang yang sama. Kali ini beliau dibantu Muhammad Fairuz dan ditashih KH. Zainal Abidin Munawwir. Seperti kamus sebelumnya masing-masing kata dimulai dari kata dasarnya kemudian diurai dengan beberapa contoh terjemahannya dalam bahasa Arab.