Minggu, 05 Juni 2016

Pentingnya Menuntut Ilmu Agama Islam Untuk Bekal Akherat

Sebelum membahas lebih jauh tentang ilmu saya akan beda menurut bahasa, arti kata ilmu dalam Bahasa Latin biasa di sebut Science yang berarti tahu atau mengetahui.

Arti Ilmu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentan suatu bidang yang di susum secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat di gunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu misalnya dia memperoleh gelara doktor dalam pendidikan. arti yang kedua adalah pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akherat, lahir, batin dsb).

Dalam Bahasa Arab disebut al-'ilmu yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan pengetahuan yang pasti.

Apa Pentingnya Ilmu Untuk Umat Islam?


Ilmu itu sangat penting dalama ajaran islam, Al-Qur'an telah banyak menjelaskan bahwa orang yang mempunyai ilmu derajatnya akan lebih tinggi dan mulia dari pada orang yang tidak berilmu (bodoh). Sedemikian pentingnya ilmu pengetahuan tersebut, hingga Allah STW. berfriman dalam Al-qur’an yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui atas apa yang kalian kerjakan.” (Qs. Al-Mujadilah: 11).

2 Jenis Ilmu

Syech Zarnuji dalam kitab Ta’limu al-Muta‘alim ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan : Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntut segala ilmu ,tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu al- hal) sebagaimana diungkapkan, sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuatan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan.

Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda Allah, maka wajib bagi manusia (Muslim ,Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut, seperti kewajiban shalat, puasa, zakat, dan haji, mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji ,akan tetapi sangat disayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu selain Ilmu Hal tersebut lebih jauh di dalam kitabnya.

Menurut Alghazali di tuangkan di dalam kitab Ihya Ulumudin itu ada 2 jenis :
1. Ilmu Fardu a'in
2. Ilmu Fardu Kifayah

Ilmu Fardu A'in adalah ilmu yang jika diketahui oleh seorang hamba, menyebabkannya tidak menunaikan kewajibannya, sehingga ia terjatuh dalam dosa. Bagi umat muslim yang tidak mempelajari ilmu Fardu 'Ain akan terjerumus tidak bisa melaksanakan perintah Allah dan Rasulnya yang wajib di laksanakan sehingga berdosa dan melakukan larangan Allah dan Rasul malahan yang wajib di tinggalkan.

Jadi ilmu Fardu 'Ain ini ilmu yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari misalnya ilmu tentang iman dan tauhid, cara ibadah (shalat,zakat,amal dll).

Ilmu Fardhu Kifayah yaitu ilmu yang jika sudah ada sebagian kaum muslimin yang memperlajarinya dengan mencukupi, maka gugurlah kewajiban tersebut atas keseluruhan kaum muslim yang lain. Tapi di sunnahkan bagi kaum sebagian kaum muslim untuk mempelajarinya. Contohnya Menghafal Al-Qur'an, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof dll.

Cabang-Cabang Ilmu dalam Islam

Islam adalah penyelamat oleh karena itu untuk umat islam yang ingin belajar ilmu sebaiknya mengetahui pelajaran atau ilmu apa yang wajib pelajari pertama kali. Berikut Macam-Macam Pembagian Cabang ilmu dalam Islam.

1. Ilmu Tauhid
Ilmu yang mempelajari Arti Iman dan Taqwa kepada Allah, meliputi keesaan Allah, Nama-Nama Allah, Sifat-sifat Allah (Sifat Wajib dan Mustahil Allah).
2. Ilmu Aqidah
Ilmu yang mempelajari tentang rukun iman Iman kepada Allah, Iman Kepada Malaikat, Iman Kepada Kitab, Iman Kepada Rasul, Iman kepada Hari Kiamat dan Iman Kepada Qodo dan Qodar. Lebih lengkapnya lagi keyakinan serta kepercayaan seorang muslikm serta bagaimana menyikapinya dalam perbuatan.
3. Ilmu Fiqih
Ilmu yang mempelajari tata cara dalam beribadah merujuk dalam rukun silam yaitu Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.
4. Ilmu Akhlaq
Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, Sopan santun anak kepada orang tua. Adab Makan dan Minum, Adab Buang air dll. Ilmu yang berhubungan dengan tatacara antara manusia dengan manusia dan hubungan antara manusia dengan Allah.
5. Ilmu Tajwid
Ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, dalam pengucapan Makhroj (Huruf Hijaiyah) dan hukum bacaannya seperti izhhar, idghom, ikhfa dll.
6. Ilmu Faraidh
Ilmu yang membahas hukum waris, baik ketentuan maupun pembagian seperti pembagian warisan keluarga.
7. Ilmu Mushtalahul Hadist
Ilmu yang membahas tentang keabsahan sebuah hadist. apakah Hadist tersebut hadist palsu atau hadist syahih
8. Ilmu Alat
Ilmu yang mempelajari cara membaca tulisan arab gundul (tanpa harokat)
9. Ilmu Al-Qur'an
Ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Al-Qur'an contohnya ilmu asbabun nuzul. ilmu tafsir, ilmu Qira'at dll.

Manusia yang memiliki ilmu derajatnya akan di tinggikan dan di muliakan oleh Allah SWT. Contohnya Nabi Adam AS lebih dimuliakan dibandingkan malaikat, jin dan syetan. Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam sehingga Beliau bisa menjawab benda-benda yang di perintahkan oleh Allah SWT untuk menyebutnya. Sementara malaikat tidak bisa menjawab nama benda-benda tersebut. Dengan Ilmu yang di pelajari dan di amalkan oleh nabi Adam, Allah menyuruh malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Allah mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu, sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Al-Mujaadilah ayat 11:

(11). يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖوَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚوَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, nisacaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Barangsiapa yang keluar meninggalkan kampung halamannya untuk menuntut ilmu maka ia akan berada di jalan Allah asalkan niatnya untuk mencari keridhaan Allah. Jadi jelaslah bahwa setiap muslim wajib untuk menuntut ilmu karena ilmu sangat penting untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua, bila ada kesalahan dalam penulisan tolong maafkan saya karena saya masih jauh dari kesempurnaan.